google.com, pub-7739605260691719, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sejarah Menuliskan, Timnas Indonesia Punya Rekam Jejak Bagus Hadapi Malaysia Kurun Waktu 2 Tahun Terakhir

U-17 bakal menghadapi momen penentuan kontra Malaysia pada laga pamungkas Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Kab. Bogor, Minggu (09/10/2022) malam WIB.

Garuda Asia sejatinya hanya butuh hasil imbang untuk memastikan diri memuncaki klasemen Grup B dan lolos ke Bahrain tahun depan.
Mereka unggul dua poin atas Malaysia yang bakal jadi lawan di laga nanti. Meski begitu, kemenangan Timnas Indonesia U-17 atas rival satu rumpun merupakan sebuah keharusan.

Apalagi, pertandingan dihelat di Indonesia sekalipun tanpa dihadiri oleh suporter. Namun, tim asal Negeri Jiran itu diprediksi bakal memberikan perlawanan sengit.
Faris Danish dkk terhitung memiliki mental baja dan sudah dua kali mampu lolos dari masa sulit untuk menjaga asa mereka di laga terakhir ini.

Langkah mereka sempat tertahan oleh Guam yang sejatinya berhasil ditumbangkan Timnas Indonesia dengan skor telak 14-0. Pun demikian saat mengalahkan Uni Emirat Arab.

Malaysia menunggu hingga masa injury time babak kedua untuk memastikan kemenangan lewat titik putih. Walau diprediksi bakal merepotkan, sejatinya Indonesia punya bekal yang cukup positif dalam dua tahun terakhir.

Mereka bisa meniru para seniornya yang sapu bersih kemenangan atas Malaysia dalam dua laga yang terbilang menentukan.
Pertemuan pertama kontra Malaysia dalam dua tahun terakhir terjadi di Piala AFF 2020. Kala itu, keduanya masih memiliki peluang yang sama jelang laga pamungkas di babak grup.

Malaysia unggul lebih dulu lewat aksi Kogileswaran pada 15 menit pertama. Tetapi Indonesia bangkit selepas setengah jam permainan lewat brace Irfan Jaya.

Pratama Arhan lantas menjauhkan keunggulan lewat golnya di awal babak kedua. Pertandingan ini juga jadi laga yang akan selalu dikenang Elkan Baggott.

Ia menciptakan gol pertamanya untuk Indonesia di pertandingan ini lewat sundulan kepala memanfaatkan tendangan sudut Evan Dimas.

Setelahnya, Indonesia yang lolos dari fase grup berhasil mengatasi perlawanan Singapura di dua leg semi-final. Tetapi sayangnya, ambisi juara pupus karena mereka dihantam Thailand di partai puncak.
Seperti biasanya, tim sepak bola putra Indonesia turut ambil bagian pada gelaran SEA Games 2021 yang berlangung di Vietnam.

Pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, Marc Klok dkk tergabung di Grup A. Perjalanan Indonesia tak berlangsung mulus setelah takluk dari tuan rumah di laga perdana.

Tetapi mereka berhasil mengunci posisi runner-up setelah berturut-turut mengalahkan Timor Leste, Filipina dan Myanmar.

Tetapi sayangnya di semifinal, Indonesia terpaksa menyerah dari Thailand lewat gol semata wayang Weerathep Phompan pada masa perpanjangan waktu.

Mereka pun terpaksa menghadapi Malaysia di perebutan tempat ketiga. Ronaldo Kwateh sempat membawa Indonesia unggul di awal babak kedua.

Namun, Hadi Fayyadh berhasil menyamakan skor untuk membuat laga terpaksa diteruskan ke babak adu penalti. Asnawi Mangkualam Bahar sempat gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo pertama.

Tetapi kepiawaian Ernando Ari menepis dua tembakan dari Hadi Fayyadh dan Luqman Hakim memastikan Indonesia pulang dengan medali perunggu.

Sumber: Bola.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *